Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Pada Rabu (29/7/2026), mereka menggelar hari kedua Program AKSARA (Aksi Sadar Pendidikan) di SD Negeri Meduri 1, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang ditujukan bagi siswa-siswi kelas VI ini dirancang untuk memperkuat motivasi belajar, membangun karakter positif, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Materi sosialisasi mencakup pentingnya menjaga semangat belajar, membangun kedisiplinan di sekolah maupun rumah, hingga pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta adalah pembuatan Pohon Cita-Cita.
Dalam sesi ini, setiap siswa menuliskan impian dan harapan mereka pada potongan kertas berbentuk daun atau buah, lalu menempelkannya pada media gambar pohon yang telah disediakan.
Aktivitas ini bertujuan untuk melatih keberanian bermimpi, membangun rasa percaya diri, serta memupuk komitmen siswa dalam meraih masa depan.
Respon positif datang langsung dari para siswa. Shella Lusiana Asmara, salah satu siswi kelas VI SDN Meduri 1, mengaku sangat terkesan dengan kehadiran para mahasiswa KKN.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan karena materinya disampaikan dengan cara yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Kami jadi lebih bersemangat belajar.
Harapannya kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi dengan permainan edukatif yang lebih beragam,” ungkap Shella.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, guru, dan para siswa.
Melalui Program AKSARA ini, KKN-TK Kelompok 20 Unigoro berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan belajar yang positif di Desa Meduri.
Ke depan, sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pihak sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.








