Peristiwa

KKN-TK Kelompok 10 Unigoro Edukasi Toleransi di SDN Trenggulunan 1

liputanbojonegoro637
×

KKN-TK Kelompok 10 Unigoro Edukasi Toleransi di SDN Trenggulunan 1

Sebarkan artikel ini
1E65A940 D1FF 4B23 A1FC F526194CC5FE

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-KT) Kelompok 10 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kegiatan penyuluhan bertema Toleransi Antarumat Beragama dan Keberagaman Budaya di SDN Trenggulunan 1 , Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter anak sejak usia dini.

Mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika, tim mahasiswa mengedukasi para siswa bahwa perbedaan agama, suku, dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga.

Materi disajikan secara interaktif agar siswa mudah memahami pentingnya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa mengenalkan ragam agama di Indonesia serta contoh nyata sikap toleran di lingkungan sekolah.

Beberapa perilaku yang ditanamkan antara lain menghormati kawan yang beribadah, tidak memilih-milih teman saat bermain, saling menolong, dan serta menjaga tutur kata agar tidak menyakiti sesama.

47DBE4C5 5735 4750 B714 33DF46434298

Penanggung jawab kegiatan dari Departemen Sosial dan Pemberdayaan KKNT-K Kelompok 10 Unigoro, Laurensia Jovita Evasari, menjelaskan bahwa masa sekolah dasar merupakan momen krusial dalam pembentukan karakter anak.

“Kami berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu menghargai perbedaan, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, serta menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Laurensia.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah.

Kepala SDN 1 Trenggulunan, Bapak Kawan Ahmad, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa yang dinilainya melengkapi pembelajaran formal di kelas.

“Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga memerlukan dukungan pihak luar seperti perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin memahami pentingnya hidup rukun dan menjaga persatuan meski berbeda latar belakang,” tutur Kawan Ahmad.