Peristiwa

Warga Lengkong Bojonegoro Gelar Tasyakuran HUT ke-81 RI

liputanbojonegoro637
×

Warga Lengkong Bojonegoro Gelar Tasyakuran HUT ke-81 RI

Sebarkan artikel ini
9D750711 3126 4282 9398 6E7B30547D71

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hangat di lingkungan RT 04/RW 01 Jalan Kedung, Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (16/8/2026).

Warga dari pelbagai kalangan usia berkumpul untuk menggelar tasyakuran, istighosah, tahlil, dan doa bersama.

Sejak sore hingga malam, anak-anak, remaja, hingga lansia tampak hadir mengikuti seluruh rangkaian acara.

Suasana kebersamaan semakin erat dengan tradisi gotong royong; warga membawa beragam makanan, jajanan tradisional, serta minuman untuk dinikmati bersama sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Shalawat Bilqiyam, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana berubah khusyuk saat seluruh warga khidmat mengikuti istighosah, tahlil, serta doa bersama yang ditujukan bagi para pahlawan, ulama, syuhada, dan pejuang bangsa.

Tokoh masyarakat setempat, H. Abdul Waras, dalam sambutannya mengajak seluruh warga menjadikan momen peringatan HUT RI untuk mengenang kembali jasa serta pengorbanan para pendahulu.

“Berkat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, kita dapat menikmati kemerdekaan hingga saat ini.

Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif demi kemajuan bangsa dan negara,” tegas H. Abdul Waras.

Ia menambahkan, generasi penerus memiliki tanggung jawab moral untuk merawat persatuan serta membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui doa bersama ini, diharapkan keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran senantiasa menyelimuti seluruh warga.

Rangkaian peringatan kemerdekaan di RT 04 Desa Lengkong ini masih akan berlanjut pada puncak peringatan, Senin (17/8/2026).

Acara puncak diawali kembali dengan Shalawat Bilqiyam yang dipimpin oleh Kyai Nur Hasyim, dilanjutkan istighosah, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Bukhori serta Kyai Rohmad.

Peringatan di Desa Lengkong membuktikan bahwa semarak kemerdekaan tidak hanya hadir melalui perlombaan atau upacara seremonial semata.

Di tingkat tapak, makna kemerdekaan terus dirawat melalui doa, silaturahmi, dan semangat gotong royong—sederhana, khidmat, namun sarat makna.