KesehatanPemerintahan

RSUD Padangan Bojonegoro Bersiap Jadi Pusat Layanan Kesehatan Perbatasan

×

RSUD Padangan Bojonegoro Bersiap Jadi Pusat Layanan Kesehatan Perbatasan

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong peningkatan kualitas layanan medis daerah.

Langkah nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan reakreditasi berkala RSUD Padangan yang puncaknya ditinjau langsung dalam proses penilaian lapangan pada Rabu (26/8/2026).

Reakreditasi empat tahunan yang mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan tersebut menjadi pijakan krusial bagi rumah sakit tipe regional ini untuk memastikan standar pelayanan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, menjelaskan bahwa rangkaian evaluasi oleh lembaga independen penilai akreditasi telah berlangsung secara daring sejak Senin (24/8/2026), sebelum akhirnya dilanjutkan dengan verifikasi telusur lapangan.

“Penilaian lapangan ini memberikan gambaran objektif mengenai tata kelola dan pelayanan kami. Hasil serta masukan dari tim surveyor sangat berharga untuk mendongkrak profesionalisme seluruh tim medis RSUD Padangan,” ujar dr. Ratih.

Menghadiri agenda tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa akreditasi tak boleh dipandang sebatas pemenuhan urusan administratif belaka.

Lebih dari itu, akreditasi merupakan tolok ukur utama perbaikan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Setyo Wahono juga menyoroti keunggulan posisi RSUD Padangan yang strategis di kawasan perbatasan kabupaten. Menurutnya, letak geografis ini menjadi modal penting untuk melayani masyarakat lintas daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Akreditasi ini adalah alat evaluasi agar RSUD Padangan tetap terjaga kualitasnya. Kami memiliki mimpi besar untuk mengembangkan fasilitas ini menjadi pusat rumah sakit modern yang diandalkan masyarakat,” kata Bupati.

Pengembangan RSUD Padangan ke depan akan digarap secara bertahap melalui penyusunan master plan yang matang.

Fokus utamanya meliputi peningkatan kualitas SDM kesehatan, pembenahan infrastruktur medis, hingga penciptaan lingkungan rumah sakit yang asri dan nyaman.

Selain pembenahan fasilitas, Bupati menekankan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan para dokter dan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan.

“Rumah sakit yang hebat tidak cuma ditentukan oleh gedung yang megah, tapi juga kualitas dan kenyamanan para karyawannya.

Jika lingkungan kerjanya ramah dan mendukung, pelayanan kepada pasien pasti akan jauh lebih maksimal,” pungkasnya.

Melalui reakreditasi ini, RSUD Padangan optimistis mampu menyerap berbagai masukan konstruktif demi mewujudkan visinya sebagai pusat layanan kesehatan modern, tangguh, dan berkualitas di wilayah perbatasan Bojonegoro. (Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *