Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro mulai melakukan rehabilitasi Embung Rowoglandang di Desa Gading, Kecamatan Tambakrejo.
Langkah ini diambil guna memperkuat infrastruktur sumber daya air serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Rehabilitasi berfokus pada penguatan tebing embung demi menjaga kestabilan konstruksi, mencegah kerusakan struktural, sekaligus mempertahankan kapasitas tampungan air agar tetap optimal.
Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menjelaskan bahwa Embung Rowoglandang merupakan fasilitas eksisting yang memegang peran vital dalam ketersediaan air pasokan lokal.
“Melalui rehabilitasi, khususnya penguatan tebing, kami berharap kondisi embung semakin kuat dan stabil sehingga fungsi tampungan air dapat terus terjaga,” ujar Retno.
Embung ini melayani area irigasi seluas 42,28 hektare. Keberadaannya dinilai berpotensi besar dalam meminimalisasi risiko kekeringan sekaligus meningkatkan produktivitas serta intensitas tanam para petani.
Selain pertanian, Retno menambahkan bahwa optimalisasi fungsi embung juga dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat sekitar, seperti potensi pengembangan sektor perikanan dan aktivitas produktif lainnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa keandalan fungsi embung tidak hanya bergantung pada perbaikan fisik semata. Peran aktif masyarakat sekitar sangat diperlukan untuk menjaga aset tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat dan petani di sekitar embung untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kapasitas tampungan, dan jaringan irigasi.
Penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak dan proporsional agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.






