Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro terus bergerak aktif menyinergikan program kerjanya dengan arah pembangunan prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Langkah ini ditunjukkan lewat kunjungan lapangan dan pembinaan masyarakat yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, di Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kamis (27/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rombongan TP PKK meninjau berbagai sarana pelayanan publik dan potensi ekonomi lokal. Beberapa titik yang menjadi sasaran tinjauan antara lain Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), PAUD desa, Rumah Disabilitas, hingga home industry keripik pisang Haza Food. Selain itu, TP PKK juga meninjau pengembangan usaha ayam petelur mandiri sebanyak 96 ekor milik Mujianto yang mengadopsi semangat program GAYATRI.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menjelaskan bahwa terdapat empat tema utama yang menjadi fokus pembinaan kali ini. Pertama adalah pengembangan program GAYATRI secara swadaya oleh masyarakat.
“GAYATRI merupakan program Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, tetapi yang kita lihat di sini adalah pengembangannya yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” ujar Cantika.
Fokus kedua menyasar pada penanganan dan pencegahan stunting. Meski angka stunting di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren penurunan, Cantika menegaskan pentingnya memperkuat tindakan preventif agar tidak muncul kasus baru. Menurutnya, stunting memiliki dampak domino yang memengaruhi masa depan anak.
“Stunting ini efeknya seperti mata rantai, bisa berdampak pada kesehatan, kecerdasan, hingga produktivitas. Harapan kita angka stunting terus kita tekan,” tegasnya.
Pada poin ketiga, TP PKK mendorong optimalisasi Posyandu 6 SPM serta penguatan kesadaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dimulai dari skala rumah tangga guna menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat bagi anak.
Sementara pada fokus keempat, Cantika menekankan pentingnya eksekusi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TP PKK yang diturunkan ke setiap Kelompok Kerja (Pokja) berbasis data yang akurat serta kolaborasi lintas sektor.
Tidak hanya fokus pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga, TP PKK Bojonegoro juga memberi perhatian besar pada penguatan ekonomi warga.
Cantika menyatakan komitmennya untuk mendampingi para pelaku UMKM agar bisa “naik kelas” melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran merek, hingga sertifikasi halal.
“Untuk NIB, pendaftaran merek, dan UMKM halal, kita bekerja sama lintas sektor.
Ke depan juga diharapkan ada bimbingan teknis untuk para pelaku usaha,” pungkas Cantika seraya berharap sinergi ini dapat mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.






