Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Krisis air bersih melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro seiring memuncaknya musim kemarau pada pertengahan September 2026. Mengeringnya sejumlah sumur dan mata air membuat masyarakat di berbagai wilayah terdampak mulai kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Merespons situasi tersebut, Kodim 0813 Bojonegoro bergerak cepat mendistribusikan bantuan air bersih pada Sabtu (19/9/2026). Sebanyak 130.000 liter air disalurkan secara serentak ke 11 desa yang tersebar di 7 kecamatan.
Adapun rincian sebaran pendistribusian air bersih tersebut meliputi Kecamatan Malo Desa Tambakromo (8.000 liter), Kecamatan Purwosari Desa Tinumpuk RT 03/RW 01 (13.000 liter), Kecamatan Sukosewu Desa Pacing (8.000 liter) dan Dusun Sembungrejo, Desa Sumberjokidul (8.000 liter), dan Kecamatan Kapas Desa Kumpulrejo (16.000 liter), Kecamatan Bubulan Desa Sumberbendo (16.000 liter), Kecamatan Tambakrejo Desa Gamongan (8.000 liter)
Kecamatan Dander: Desa Ngraseh (8.000 liter), Desa Mojoranu (8.000 liter), Desa Sumodikaran (5.000 liter), serta Ponpes Izzatul Ummah Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem (24.000 liter)
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kesulitan masyarakat di wilayah binaannya.
Guna menjaga kelancaran pasokan, pihaknya menyiagakan 6 armada truk tangki yang siap beroperasi setiap harinya selama kemarau berlangsung.
“Semoga bantuan air bersih ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi berkah. Bagi warga yang masih membutuhkan bantuan air bersih, silakan menghubungi Babinsa di desa masing-masing untuk didata dan dijadwalkan pengirimannya,” ujar Letkol Inf Dedy.
Aksi tanggap darurat ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Kepala Dusun Ngelo, Desa Tambakromo, Majid, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran jajaran Kodim 0813 Bojonegoro di tengah makin terbatasnya sumber air warga.






