Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Puluhan tenaga pendidik jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0 di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi digital secara praktis pada proses pembelajaran di sekolah.
Pelatihan yang berlangsung selama delapan jam pelajaran tersebut diikuti oleh 43 peserta, terdiri dari 31 guru SD dan 12 guru SMP dari berbagai wilayah di Bojonegoro.
Asisten Administrasi Umum Setda Bojonegoro, Machmudin, menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi pesatnya era digital.
Menurutnya, transformasi digital di dunia pendidikan tidak hanya bertumpu pada penyediaan infrastruktur.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Yang paling penting adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggunakan dan mengembangkannya,” ujar Machmudin.
Ia menambahkan bahwa peran guru sangat mendesak untuk mendampingi peserta didik yang tumbuh sebagai generasi digital agar mampu memanfaatkan internet secara aman, produktif, dan tepat guna.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, berharap pelatihan ini menjadi pijakan bagi guru untuk menghadirkan materi pembelajaran yang terhubung langsung dengan realitas digital masa kini.
Pemateri pelatihan, Wahyu Eko Susanto, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan menerapkan pendekatan Project Based Learning.
Peserta tidak sekadar menerima teori mengenai konsep IoT dan Society 5.0, melainkan langsung mempraktikkan proses perakitan hingga uji coba perangkat.
Para guru dikenalkan dengan mikrokontroler Wemos D1 Mini berbasis ESP8266 yang dilengkapi fitur Wi-Fi terintegrasi. Selain itu, peserta dibekali dasar pemrograman C++ melalui aplikasi Arduino IDE, desain Printed Circuit Board (PCB) 3D sederhana, serta integrasi dengan Telegram Bot.
“Dalam sesi praktik, guru mencoba membuat sistem kontrol lampu berbasis Telegram menggunakan relay. Sistem tersebut memungkinkan perangkat dikendalikan dari jarak jauh melalui jaringan internet,” jelas Wahyu.
Salah satu peserta, Miftahul Huda, guru SD Negeri Nganti, Kecamatan Ngraho, menyambut antusias kesempatan ini. Menurutnya, materi IoT dan robotika memberikan wawasan baru yang relevan untuk diterapkan di sekolah negeri.
“Ini awal yang bagus. Sekarang waktunya sekolah negeri mulai mengenal dan mengembangkan teknologi seperti ini,” ungkap Miftahul.
Ia pun berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar lebih banyak pendidik dan siswa yang mendapatkan manfaatnya.






