Peristiwa

Bantah Jemaah Terlantar, PPIH: Kamar Hotel Sudah Disiapkan

liputanbojonegoro637
×

Bantah Jemaah Terlantar, PPIH: Kamar Hotel Sudah Disiapkan

Sebarkan artikel ini
0F0CE18A 1EA2 4DAE B301 BDBC43C1E3EF

Liputanbojonegoro.com, Madinah – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membantah keras kabar yang menyebutkan tiga jemaah haji asal Kabupaten Sumenep terlantar dan tidak mendapatkan tempat menginap di Madinah.

PPIH memastikan seluruh jemaah dari Kloter 77 Embarkasi Surabaya tersebut telah mendapatkan fasilitas akomodasi yang layak.

Penghubung Maktab PPIH, Abd. Majid Mistarah, menjelaskan bahwa isu miring tersebut muncul karena adanya kesalahpahaman di lapangan. Menurutnya, ketiga jemaah tersebut bukan tidak difasilitasi, melainkan memilih untuk tidak menempati hotel resmi yang sudah disediakan oleh petugas.

“Perlu kami sampaikan bahwa seluruh jemaah haji yang tiba di Madinah mendapatkan hotel dan pelayanan yang sama yang telah disiapkan oleh PPIH.

Kondisi yang terjadi bukan karena terlantar dan tidak mendapatkan kasur, melainkan jemaah tersebut tidak menempati hotel yang telah ditetapkan sesuai penempatan resmi,” kata Majid dalam keterangan resminya di Madinah.

Majid mengungkapkan, petugas haji sebenarnya telah memesan dan menyiapkan kamar khusus untuk ketiga jemaah tersebut di Hotel Jiwar Al-Madina. Namun, saat tiba di lokasi, mereka tidak menempatinya.

Lebih lanjut, Majid mengingatkan bahwa seluruh sistem pelayanan haji—mulai dari akomodasi, katering, hingga layanan kesehatan—telah terintegrasi secara digital berbasis data kloter. Oleh karena itu, tindakan berpindah hotel di luar ketetapan resmi sangat berisiko mempersulit jemaah itu sendiri.

“Apabila jemaah berpindah atau tinggal di luar hotel yang telah ditetapkan, dapat menimbulkan kendala dalam pelayanan. Seperti proses pencarian apabila jemaah tersesat, distribusi konsumsi, hingga layanan kesehatan,” paparnya.

Terkait kabar adanya hambatan dalam pelayanan kesehatan bagi ketiga jemaah Sumenep tersebut, PPIH meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi.

Majid meluruskan bahwa ada perbedaan alur koordinasi antara tenaga medis di tingkat kloter dengan dokter resmi di bawah struktur PPIH.

Jika komunikasi jemaah hanya mandek di tingkat dokter kloter, maka hal tersebut berada di luar jangkauan penanganan langsung dokter PPIH yang bertanggung jawab atas wilayah maktab. Kendati demikian, PPIH memastikan penanganan medis di Tanah Suci selalu siaga sesuai mekanisme.

Di akhir keterangannya, PPIH kembali mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tetap mematuhi aturan penempatan hotel yang telah ditentukan demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama selama beribadah di Tanah Suci.