Peristiwa

Mbah Musrikah, Lansia Sebatang Kara di Bojonegoro Akhirnya Dievakuasi ke Panti Werdha Jatim

liputanbojonegoro637
×

Mbah Musrikah, Lansia Sebatang Kara di Bojonegoro Akhirnya Dievakuasi ke Panti Werdha Jatim

Sebarkan artikel ini
5E0F1F9D 11EC 4192 B11F 6E41998E1EFF

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Suasana haru menyelimuti pelepasan Mbah Musrikah (70), seorang lansia sebatang kara asal Desa Ketileng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Pada Senin (08/06/2026).

Ia resmi dirujuk ke Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Magetan milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak di usia senjanya.

Mbah Musrikah diketahui tidak lagi memiliki keluarga. Anak, suami, dan seluruh saudara kandungnya telah meninggal dunia.

Sebelumnya, Mbah Musrikah menghabiskan waktu puluhan tahun merantau di Surabaya. Namun, karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Ia memutuskan pulang ke kampung halaman. Karena tidak memiliki rumah dan keluarga tempat bersandar, selama ini ia bertahan hidup dengan menumpang di kediaman warga sekitar.

Beruntung, kepedulian warga Desa Ketileng dan Pemerintah Desa setempat sangat tinggi. Mereka bergotong royong membantu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari Mbah Musrikah, hingga akhirnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro untuk mencarikan solusi jangka panjang.

Saat hendak diberangkatkan ke Magetan, tangis haru Mbah Musrikah pecah. Dengan bahasa Jawa yang lirih, ia menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada tetangga dan pemerintah yang telah menyelamatkannya.

“Kulo pun mboten gadhah sinten-sinten malih. Anak, bojo, dulur sampun kesah riyenan. Kulo bingung lek tambah sepuh sinten sing ngrumat.

Nanging Gusti Allah mboten sare. Matur nuwun sanget kagem Pemdes, tanggi-tanggi Ketileng, lan Dinas Sosial sing sampun ngrewangi kulo,” ungkapnya menahan tangis.

(Saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Anak, suami, saudara sudah meninggal duluan. Saya bingung kalau tambah tua siapa yang merawat. Tapi Allah tidak tidur. Terima kasih banyak untuk Pemdes, tetangga Ketileng, dan Dinas Sosial).

Proses rujukan ini dikawal langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak desa demi memastikan sang lansia mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.

“Di usia yang sudah lanjut, beliau membutuhkan pelayanan dan perawatan yang intensif. Kami mendampingi langsung keberangkatannya ke PSTW Magetan agar seluruh proses transisi ini berjalan dengan baik dan beliau bisa tinggal dengan nyaman,” ujar Nafiatin.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Heriyanto, memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga Desa Ketileng. Menurutnya, respons cepat masyarakat adalah contoh nyata bahwa nilai kemanusiaan masih sangat kental.

“Kisah Mbah Musrikah ini mengajarkan kepada kita semua bahwa kepedulian sosial dan semangat gotong royong masih hidup subur di tengah masyarakat kita,” tutur Agus.