Pemerintahan

Bazar Hari Kartini Bojonegoro: Produk Lokal Tembus Pasar Singapura

liputanbojonegoro637
×

Bazar Hari Kartini Bojonegoro: Produk Lokal Tembus Pasar Singapura

Sebarkan artikel ini
E22617C1 E86A 42D5 B23C 7C0872DD52FF

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Momentum peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro dirayakan dengan cara yang produktif. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar bazar produk UMKM perempuan yang dipusatkan di Halaman Pendopo Malowopati, Selasa (21/04/2026).

Acara tahun ini mengusung tema sentral “Perempuan Berdaya Tanpa Perkawinan Anak” dengan subtema menyentuh: “Anak Berhak Bermimpi Bukan Menikah Terlalu Dini”. Melalui tema ini, pemkab berupaya menyelaraskan kemandirian ekonomi perempuan dengan isu perlindungan anak.

Bazar yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini melibatkan puluhan pelaku UMKM perempuan serta kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Kegiatan ini bertujuan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga.

Untuk memastikan dampak ekonomi langsung, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bojonegoro juga didorong untuk berpartisipasi aktif memborong produk-produk yang dijajakan.

Antusiasme terlihat dari para pelaku usaha yang hadir. Salah satunya adalah Nur, pemilik brand Sego Padang 88 dari Sumbang, Trucuk. Ia membawa aneka olahan lauk krispi seperti wader dan udang.

“Pemasaran kami sekarang sudah merambah Jakarta dan Bandung melalui pengiriman paket. Bazar seperti ini sangat membantu agar produk kami semakin dikenal masyarakat luas,” ungkap Nur.

Prestasi lebih membanggakan datang dari Devi, pelaku UMKM asal Desa Bangilan, Kecamatan Kapas. Produk kue keringnya, terutama nastar, tidak hanya diminati warga lokal namun sudah berhasil menembus pasar Singapura.

“Harapannya kegiatan seperti ini rutin diadakan. Kalau bisa, kedepannya tamu yang hadir diberikan voucher khusus belanja UMKM supaya dampaknya lebih terasa bagi kami,” harap Devi.

Selain aspek komersial, bazar ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai bahaya pernikahan dini. Pemerintah menekankan bahwa dengan perempuan yang berdaya secara ekonomi, keluarga akan memiliki ketahanan yang lebih baik, sehingga anak-anak dapat fokus mengejar pendidikan dan impian mereka.

Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, Peringatan Hari Kartini ke-147 ini diharapkan menjadi titik balik bagi UMKM perempuan di Bojonegoro untuk terus naik kelas dan berdaya saing global.