Pemerintahan

Disbudpar Bojonegoro Siapkan ‘Rumah Bersama’ untuk UMKM FIJ

liputanbojonegoro637
×

Disbudpar Bojonegoro Siapkan ‘Rumah Bersama’ untuk UMKM FIJ

Sebarkan artikel ini
0C8B06F6 3FAF 4DAF 8A86 7D02DA092619

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Forum IKM Jawa Timur (FIJ) Kabupaten Bojonegoro menggelar peringatan Hari Kartini 2026 yang dikemas dalam rangkaian kegiatan Halal Bihalal di Aula Gedung Bojonegoro Creative Hub (BCH), Jumat (17/04/2026).

Acara ini menjadi momentum penting bagi puluhan pelaku usaha perempuan di Bojonegoro untuk meningkatkan kapasitas diri dan daya saing usaha.

Berbeda dengan perayaan pada umumnya, FIJ Bojonegoro fokus pada pengembangan aspek personal branding melalui sesi beauty class yang bekerja sama dengan brand kosmetik LaTulipe, serta aksi peragaan busana (fashion show) yang diperagakan langsung oleh para anggota.

Ketua FIJ Bojonegoro, Silvia Merris Retnowati, menekankan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh bagaimana pemilik usaha mempresentasikan dirinya di hadapan klien dan konsumen.

“Kami ingin meng-upgrade pelaku UMKM agar tidak sekadar menjual produk, tapi juga mampu membangun personal branding. Owner harus memiliki branding yang kuat untuk menunjang usahanya,” jelas Silvia.

Ia menambahkan bahwa keterampilan berdandan profesional sangat diperlukan agar pelaku usaha tetap tampil elegan dan produktif di berbagai situasi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro. Kasi Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Iwan Hermawan, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa kolaborasi dengan FIJ merupakan langkah strategis dalam memajukan ekonomi kreatif daerah.

Iwan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro saat ini tengah menyiapkan program fasilitas khusus bagi UMKM, yakni sebuah ‘Rumah Bersama’.

“Kami sedang membuat program untuk memfasilitasi UMKM Bojonegoro, semacam rumah bersama. Jadi, pelaku usaha bisa masuk dan memasarkan produknya di sana. Kami sangat berharap FIJ bisa bersinergi dalam program tersebut,” ujar Iwan.

Selain fasilitas pemasaran, Disbudpar juga memberikan bocoran mengenai agenda besar yang akan datang terkait pengembangan Wastra Batik Bojonegoro, yang diharapkan dapat menjadi panggung bagi para perajin lokal untuk lebih dikenal luas.

Melalui perpaduan antara edukasi kecantikan dan unjuk kreativitas fashion, FIJ Bojonegoro berharap para anggotanya semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan pasar global.

Acara ini ditutup dengan semangat kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat di Kabupaten Bojonegoro.