Pemerintahan

Bimtek untuk IKM, Nurul Azizah Berharap Produk Lokal Bojonegoro Go Internasional

liputanbojonegoro637
×

Bimtek untuk IKM, Nurul Azizah Berharap Produk Lokal Bojonegoro Go Internasional

Sebarkan artikel ini
Ed3f5c04 2f4b 4fe5 9f96 f80b5a3568be

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk 30 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) olahan makanan dan minuman.

Bimtek ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas para pelaku IKM agar produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Acara yang berlangsung pada Selasa, (19/08/2025), ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, dan Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid.

Kepala Disperinaker Amir Syahid menjelaskan bahwa 30 peserta yang terpilih merupakan IKM yang telah dikategorikan “A” oleh Disperinaker. Kategori ini diberikan kepada IKM yang dinilai telah memenuhi berbagai persyaratan untuk ekspor.

Melalui bimtek ini, para peserta akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan intensif, khususnya dalam strategi pemasaran.

Dalam sambutannya, Bunda Cantika, sapaan akrab Ketua TP PKK, mengapresiasi langkah Pemkab Bojonegoro. Beliau menekankan pentingnya adaptasi, kolaborasi, dan komunikasi di era digital.

“Setiap daerah memiliki produk unggulan masing-masing. Ini menunjukkan bahwa Bojonegoro memiliki potensi besar untuk terus menciptakan produk unggulan yang bisa dinikmati pasar luas,” ujarnya.

Bunda Cantika juga menyoroti peran strategis IKM dalam perekonomian daerah. “IKM tidak hanya menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi wadah kreativitas dan identitas daerah.

Kami optimis IKM Bojonegoro akan terus tumbuh dan menghasilkan produk yang diterima pasar,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Nurul Azizah mengajak para pelaku IKM dan pebisnis untuk tidak hanya fokus pada pasar lokal. Beliau mendorong mereka untuk melihat peluang pasar yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara.

“Komunikasi yang dinamis dan strategi bisnis yang tepat, didukung oleh kualitas produk dan pemasaran yang baik, berpeluang besar untuk menangkap peluang yang ada,” kata Nurul Azizah. Beliau juga menekankan pentingnya membangun jaringan antar-pelaku IKM.

Di akhir acara, Nurul Azizah menyampaikan harapannya agar para pelaku IKM dapat tumbuh menjadi IKM yang berdaya saing tinggi, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah. (Prokopim)