Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya membangun masa depan daerah melalui penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan keluarga, serta perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Ketiga aspek tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tengah berbagai tantangan global.
Komitmen itu disampaikan Bupati Bojonegoro saat memimpin upacara gabungan memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79, Hari Keluarga Nasional ke-33, dan Hari Anak Nasional ke-42 di halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jumat (17/7/2026).
Dalam amanatnya, Bupati menyebut peringatan tiga momentum nasional tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat bahwa pembangunan bangsa harus dilakukan secara menyeluruh.
Mulai dari memperkuat ekonomi masyarakat, membangun keluarga yang harmonis, hingga menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Di bidang ekonomi, Bupati menaruh perhatian besar terhadap transformasi koperasi.
Menurutnya, koperasi harus berkembang menjadi lembaga usaha yang profesional, transparan, adaptif terhadap teknologi digital, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Ia berharap koperasi di Bojonegoro tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat simpan pinjam, tetapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan mengambil peran strategis dalam hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah.
Produk-produk pertanian dan peternakan seperti padi, tembakau, bawang merah, hingga hasil peternakan diharapkan dapat diserap oleh koperasi sehingga nilai tambah ekonomi dinikmati langsung oleh para petani dan peternak.
“Koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mampu menyerap hasil produksi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Inilah arah pembangunan ekonomi yang ingin terus kita dorong,” tegasnya.
Selain sektor ekonomi, Bupati juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Dia mengingatkan bahwa keberhasilan mendidik anak tidak hanya bergantung pada pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga kehadiran orang tua, khususnya sosok ayah, dalam proses pengasuhan.
Menurutnya, kedekatan emosional antara ayah dan anak memiliki peran besar dalam membangun rasa percaya diri, karakter, serta kesehatan mental anak sejak usia dini.
Bupati juga mengajak seluruh keluarga di Bojonegoro untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Rumah harus menjadi tempat pertama bagi anak belajar nilai-nilai kehidupan, membangun akhlak, serta menumbuhkan semangat belajar dan kreativitas.
Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan lahirnya generasi yang sehat, bebas stunting, memiliki kemampuan literasi digital, kreatif, inovatif, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai bekal menghadapi persaingan global.
Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha.dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi.
Menurutnya, pembangunan ekonomi melalui koperasi yang modern harus berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan keluarga dan pemenuhan hak anak.
Dengan kolaborasi tersebut, Bojonegoro optimistis mampu mencetak generasi unggul yang siap menjadi bagian dari terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Prokopim)







