Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen mendorong kesejahteraan petani dengan menyalurkan bantuan bibit tembakau berkualitas.
Guna mempercepat serapan, DKPP kini menerapkan mekanisme pengajuan yang lebih praktis, ringkas, dan tepat sasaran.
Pengajuan bantuan tersebut wajib dilakukan secara kolektif melalui kelembagaan tani yang sah, seperti Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi dan distribusi di lapangan berjalan lebih efektif.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkor Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menjelaskan bahwa syarat utama bagi kelompok tani yang ingin mengakses bantuan ini sangatlah mudah. Petani hanya perlu menyusun proposal ringkas.
“Syarat pengajuan benih tembakau dari kelompok tani cukup melalui proposal ringkas.
Dalam artian, ada surat permohonan resmi dari Ketua Poktan atau Gapoktan, kemudian dilampiri fotokopi KTP anggota yang akan melakukan pembibitan atau mbedeng,” ujar Bambang.
Bambang menambahkan, usulan tersebut nantinya harus ditandatangani oleh Ketua Kelompok Tani bersama Koordinator Penyuluh (Korluh) Pertanian setempat.
Dokumen fotokopi KTP yang dikumpulkan akan menjadi dasar valid bagi penyusunan daftar Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sekaligus penentu luasan lahan yang dikembangkan.
“Data ini penting untuk memastikan bantuan yang diturunkan proporsional dan akurat. Seumpama di dalam daftar CPCL ada 15 orang, maka KTP yang dilampirkan juga harus 15 orang selaku pembedeng.
Setelah hasil bedengan atau bibitnya siap, baru kemudian ditanam bersama-sama ke seluruh anggota,” jelasnya mendetail.
Melalui kemudahan birokrasi ini, DKPP Bojonegoro berharap penyerapan bantuan benih tembakau dapat berjalan lebih cepat dan merata ke seluruh wilayah potensi.
Upaya ini diharapkan mampu mengoptimalkan masa tanam tembakau di Bojonegoro, sehingga para petani dapat memperoleh hasil panen yang melimpah serta memiliki daya saing tinggi di pasar.






