Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Paguyuban Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dan Kelompok Tani (POKTAN) se-Kecamatan Kedungadem menggelar silaturahmi di Balai Desa Sidomulyo, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini digelar untuk mendukung program prioritas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro tahun 2026.
Mengusung tema “Peran Aktif Petani dalam Menjaga Ketahanan Pangan di Kabupaten Bojonegoro”, acara dihadiri Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, S.H., M.H., anggota Komisi C DPRD Moch. Choirul Anam, http://S.Pd., M.A.P., Kepala Desa Sidomulyo Agus Hari Sugiharto, S.E., perangkat desa, BPD, Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kedungadem, para ketua kelompok tani, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta undangan lainnya.
Kepala Desa Sidomulyo Agus Hari Sugiharto bersyukur kegiatan dapat terselenggara. Ia berharap forum ini jadi wadah petani menyampaikan aspirasi.
“Alhamdulillah, setelah hujan turun, semoga tanaman padi bisa panen baik. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat bagi petani,” ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Moch. Choirul Anam menekankan pentingnya sinergi petani, pemerintah, dan organisasi tani. Soal pupuk yang dulu dikeluhkan, kini mulai teratasi. “Dulu pupuk sulit dan mahal.
Setelah aspirasi kami sampaikan ke pusat, alhamdulillah sekarang lebih tersedia dan terjangkau,” jelas Anam. Ia mendorong forum serupa terus dilanjutkan untuk memperkuat komunikasi sektor pertanian.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menegaskan petani adalah aktor utama ketahanan pangan nasional. “Petani adalah pahlawan ketahanan pangan.
Kalau bukan petani yang berperan aktif, siapa lagi yang akan mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya.
Lasuri memaparkan program prioritas Pemkab Bojonegoro 2026 di sektor pertanian. Di antaranya bantuan benih padi hibrida dan ultra genjah, pengadaan alat mesin pertanian seperti traktor multiguna, penguatan kerja sama off-taker melalui Perumda Pangan Mandiri, serta konversi energi pompanisasi dari BBM ke listrik.
Pemkab Bojonegoro juga mengalokasikan sekitar Rp129 miliar untuk sektor pertanian. Anggaran itu mencakup pembangunan jalan usaha tani, pengadaan sumur bor, bantuan pupuk, hingga sekolah lapang bagi kelompok tani.
Terkait pupuk bersubsidi, Lasuri menyebut serapan di Kecamatan Kedungadem hingga April 2026 mencapai 40 persen untuk Urea dan 38 persen untuk NPK.
Jumlah itu dinilai masih mencukupi kebutuhan hingga musim tanam berikutnya. “Insyaallah masih aman, bahkan biasanya pertengahan tahun ada tambahan kuota dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Melalui silaturahmi ini, komunikasi petani dan pemangku kebijakan diharapkan makin erat. Peran petani dalam menjaga ketahanan pangan Bojonegoro pun semakin kuat.






