Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dalam upaya mendorong geliat ekonomi di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan kegiatan pendataan dan observasi mendalam terhadap sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (15/7/2026) hingga Kamis (16/7/2026).
Langkah taktis ini dirancang sebagai fondasi awal mahasiswa untuk menyusun program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus mengidentifikasi tantangan riil yang dihadapi oleh para pelaku usaha di wilayah tersebut.
Didampingi langsung oleh Kepala Desa beserta perangkat Desa Meduri, para mahasiswa menyambangi berbagai sektor usaha warga. Mulai dari produsen pangan lokal seperti tempe, nasi jagung, keripik rambak, dan keripik singkong, hingga perajin industri kreatif berupa kerajinan kayu.
Melalui pendekatan dialogis dan wawancara santai, mahasiswa menggali data komprehensif mengenai alur produksi, sistem pemasaran, hingga kendala manajerial yang selama ini membatasi skala usaha mereka.
Ibu Hartatik, salah satu pelaku UMKM di Desa Meduri, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengakui bahwa keterbatasan pengetahuan akan akses pasar yang modern menjadi batu sandungan terbesar bagi keberlanjutan usahanya.
“Terus terang, selama ini saya masih menjalankan usaha apa adanya. Kalau soal pemasaran, saya masih belum begitu paham harus mulai dari mana supaya produk ini bisa dikenal lebih banyak orang,” ujar Hartatik.
Ia menaruh harapan besar pada kehadiran para akademisi muda ini. “Mugi-mugi dengan adanya mahasiswa KKN yang nanti mendampingi kami, kami bisa belajar cara memasarkan produk dengan lebih baik, sehingga usaha kecil seperti ini bisa terus berkembang dan semakin banyak pembelinya.”
Pasca-observasi lapangan, tim KKN-TK Kelompok 20 Unigoro langsung bergerak cepat melakukan diskusi internal untuk mengolah data yang didapatkan. Data-data tersebut akan dikonversi menjadi program kerja pendampingan yang taktis dan solutif selama masa KKN berlangsung.
Melalui program kolaboratif ini, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku usaha diharapkan mampu melahirkan terobosan baru.
Fokus pendampingan nantinya akan diarahkan pada inovasi pengembangan produk, peningkatan estetika kemasan, efisiensi rantai pasok, hingga digitalisasi pemasaran guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga Desa Meduri secara berkelanjutan.







