Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Guna memelihara kemampuan teritorial dan kesiapan fisik prajurit dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat, Kodim 0813 Bojonegoro menggelar Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM) Sistem Blok pada Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari perwujudan Program Latihan Terstandardisasi (Proglatsi) sistem blok satuan komando kewilayahan (Satkowil).
Agenda yang dipusatkan di beberapa titik di Kabupaten Bojonegoro ini diikuti oleh ratusan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari jajaran Koramil dan Posramil di wilayah Kodim 0813 Bojonegoro.
Dalam penilaian kali ini, para prajurit ditantang untuk menyelesaikan dua materi utama: Ketahanan Mars (Hanmars) sejauh 10 kilometer dan renang militer dasar jarak 50 meter.
Pelaksanaan PSJM diawali dengan apel pengecekan kesiapan personel yang ketat, meliputi pemeriksaan kesehatan (tensi), pemeriksaan alat perlengkapan (alkap), serta senam peregangan untuk mengantisipasi cedera.
Usai persiapan matang, ratusan prajurit langsung tancap gas menempuh rute Hanmars sejauh 10 kilometer.
Mengambil titik start dari Lapangan Reso Truno Desa Pacul, para prajurit menyusuri rute Simpang Tiga Rondo Kuning, Simpang Tiga Utara Koramil 0813-01/Bojonegoro, Jalan Perum Polim Regency, Simpang Tiga Jalan P. Polim, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Serma Abdullah, dan kembali finish di Lapangan Reso Truno.
Tidak berhenti di situ, stamina para Babinsa kembali diuji di air. Usai melaksanakan Hanmars, mereka langsung bergeser ke Kolam Renang Bojonegoro Water Sport (BWS) di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Sumbang, untuk melaksanakan penilaian renang militer dasar sepanjang 50 meter.
Materi ini menjadi salah satu indikator krusial dalam mengukur ketahanan fisik prajurit di medan perairan.
Bintara Tinggi Operasi dan Latihan (Batiopslat) Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu Supriyanto, menegaskan bahwa PSJM Sistem Blok merupakan program rutin TNI AD.
Tujuannya adalah mengukur sekaligus membina kemampuan fisik prajurit agar tetap prima dalam menjalankan fungsi komando kewilayahan.
“Kegiatan ini bukan sekadar untuk menilai kemampuan individu, tetapi sebagai upaya pembinaan berkelanjutan.
Harapannya, setiap prajurit Kodim 0813 Bojonegoro selalu siap secara fisik dan mental dalam menghadapi tugas-tugas kewilayahan,” ujar Peltu Supriyanto.
Sementara itu, Kapten Arh Edy Supriyono selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa latihan ini menjadi pengingat penting mengenai kemampuan dasar militer yang harus melekat pada setiap prajurit, sekecil apa pun intensitas tugas harian mereka di lapangan.
“Harapannya, di samping melaksanakan tugas kewilayahan dan rutinitas harian, para Babinsa tetap memelihara pengetahuan dasar keprajuritan.
Sebagai prajurit profesional, aspek jasmani adalah modal utama dalam mendukung Pembinaan Teritorial (Binter) dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Kapten Arh Edy Supriyono.
Melalui komitmen pembinaan profesionalisme ini, jajaran Babinsa Kodim 0813 Bojonegoro diharapkan selalu dalam kondisi siap sedia kapan pun dibutuhkan demi menjaga kedaulatan NKRI dan melayani masyarakat.






