Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bojonegoro menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan olahraga rekreasi melalui agenda “Konsolidasi Organisasi Tahun 2026”.
Acara yang diselenggarakan di Griya MCM Bojonegoro, Minggu (19/4), ini dirangkaikan dengan senam kreasi bersama serta Halal Bihalal antar-pengurus dan pegiat olahraga.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menegaskan pentingnya peran KORMI dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO).
“KORMI harus membawa kegembiraan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat sepanjang hayat. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah,” ujar Arief.
Ia juga mensosialisasikan kemudahan akses fasilitas olahraga melalui aplikasi Bangtigor, di mana penggunaan GOR untuk kegiatan ekstrakurikuler digratiskan pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.
Dukungan serupa datang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang berencana mengintegrasikan kegiatan KORMI dengan konsep sport tourism (wisata olahraga) di destinasi unggulan daerah, serta Dinas Kesehatan yang siap melakukan pendampingan medis pada setiap kegiatan fisik masyarakat.
Ketua KORMI Bojonegoro, Ali Mahmudi, memaparkan perkembangan pesat organisasi sejak dibentuk pada tahun 2023.
Dari yang awalnya hanya menaungi 3 Induk Organisasi Olahraga (Inorga), kini KORMI Bojonegoro telah membawahi 19 Inorga.
Berdasarkan data terbaru, kekuatan KORMI Bojonegoro saat ini meliputi 8.256 Pegiat Olahraga, 156 Instruktur Senam, dan 249 Sasana aktif
“Data ini menjadi fondasi penting bagi kami untuk menata organisasi dan mempersiapkan diri menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Provinsi (Forprov) yang akan digelar November 2026 mendatang,” jelas Ali Mahmudi.
Ketua KONI Bojonegoro, Sahari, yang turut hadir memberikan apresiasi atas koordinasi yang terjalin. Menurutnya, keberadaan KORMI melengkapi ekosistem olahraga di Bojonegoro.
Jika KONI fokus pada pembinaan 50 cabang olahraga prestasi, maka KORMI menjadi motor penggerak pada sektor olahraga rekreasi dan massa.
Acara ditutup dengan senam bersama yang diikuti oleh berbagai komunitas seperti IOF, KOSTI, STI, IESPA, hingga FESPATI, mencerminkan keragaman olahraga masyarakat yang kini semakin tumbuh subur di Bumi Angling Dharma.






