Pemerintahan

Kualitas Hidup Meningkat, IPM Bojonegoro 2025 Melesat Menjadi 73,74

liputanbojonegoro637
×

Kualitas Hidup Meningkat, IPM Bojonegoro 2025 Melesat Menjadi 73,74

Sebarkan artikel ini
D332A7FC C291 4B15 8B6A 6B28195363A8

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali membuahkan hasil nyata. Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan signifikan dari 72,75 pada tahun 2024 menjadi 73,74 di tahun 2025, atau tumbuh sebesar 0,95 poin.

Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan positif pada tiga sektor utama: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

Sektor kesehatan menjadi motor utama kenaikan IPM. Angka Harapan Hidup (AHH) warga Bojonegoro kini mencapai 75,20 tahun, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 74,91 tahun. Hal ini merupakan dampak langsung dari optimalisasi layanan kesehatan dasar dan program jaminan kesehatan yang semakin merata hingga tingkat desa.

“Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari layanan kesehatan yang semakin mudah diakses masyarakat,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, pada Senin (12/01/2026).

Di sektor pendidikan, Pemkab Bojonegoro sukses memperluas akses sekolah melalui berbagai skema beasiswa dan program Sekolah Rakyat. Data menunjukkan:

• Harapan Lama Sekolah (HLS): Meningkat menjadi 13,27 tahun.

• Rata-rata Lama Sekolah (RLS): Naik menjadi 7,78 tahun.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya agar tidak ada anak di Bojonegoro yang putus sekolah hanya karena kendala biaya.

Indikator ketiga, yakni standar hidup layak, juga menunjukkan tren positif. Pengeluaran riil per kapita masyarakat Bojonegoro meningkat sebesar Rp 592 ribu (5,28%), dari Rp 11,204 juta menjadi Rp 11,79 juta per tahun. Penguatan daya beli ini dipicu oleh stabilitas harga kebutuhan pokok dan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi lokal.

Achmad Gunawan menambahkan bahwa peningkatan signifikan ini adalah hasil sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat.

“Ke depan, Pemkab Bojonegoro berkomitmen menjaga momentum ini agar manfaat pembangunan tidak hanya berpusat di kota, tetapi dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga hingga ke pelosok desa,” pungkasnya.