Peristiwa

Sedekah Bumi Desa Sidomulyo: Merawat Tradisi Leluhur di Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

Sedekah Bumi Desa Sidomulyo: Merawat Tradisi Leluhur di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
1A6443DA 2003 41E1 82BA 500000F0AEF9

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Masyarakat Dusun Slinggang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi pada Jumat (5/6/2026).

Perayaan ini menjadi sarana warga untuk memanjatkan syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus upaya nyata melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat selama dua hari. Diawali dengan doa bersama dan kenduri di situs bersejarah Punden Sumur Lobang pada Kamis (4/6/2026), kegiatan dilanjutkan dengan puncak acara berupa panggung kesenian rakyat.

Sebagai daya tarik utama, panitia menghadirkan pertunjukan seni tradisional Langen Tayub oleh grup karawitan New Margo Laras asal Kabupaten Lamongan.

Penampilan apik dari para sinden serta hiburan pramugari Gentho sukses menyedot perhatian warga dari berbagai kalangan usia yang memadati lokasi acara.

Ketua Panitia Sedekah Bumi, Suratin, menjelaskan bahwa kemeriahan acara tersebut merupakan hasil gotong royong warga Dusun Slinggang.

“Tradisi ini kami laksanakan setiap tahun dengan dana murni dari swadaya masyarakat. Ini bentuk kesadaran bersama untuk menjaga budaya dan ungkapan syukur atas rezeki yang kami terima,” ujar Suratin.

Kepala Desa Sidomulyo, Hari Agus Sugiharto, SE, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan acara yang berlangsung aman dan tertib. Menurutnya, Sedekah Bumi memiliki nilai strategis dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tujuannya adalah melestarikan adat warisan leluhur agar tidak hilang ditelan modernisasi. Kami berharap, tradisi ini terus memperkuat persatuan, kerukunan, dan tali silaturahmi antarwarga di Dusun Slinggang,” tegas Hari Agus.

Bagi warga Dusun Slinggang, Sedekah Bumi bukan sekadar ritual seremonial, melainkan identitas sosial yang harus dijaga.

Komitmen untuk nguri-uri (merawat) budaya ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh untuk diwariskan kepada generasi mendatang.