PemerintahanPertanian

Optimalisasi Embung dan Jaringan Irigasi di Bojonegoro untuk Swasembada Pangan

liputanbojonegoro637
×

Optimalisasi Embung dan Jaringan Irigasi di Bojonegoro untuk Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
784a8341 6a1b 4d48 b381 1c7cbd76f6c2

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya untuk mengoptimalkan fungsi embung dan jaringan irigasi dalam rangka mendorong swasembada pangan di wilayahnya.

Dengan kondisi musim kemarau yang kerap menghantui, upaya ini menjadi langkah krusial untuk menjaga ketersediaan air agar para petani dapat berproduksi secara berkelanjutan.

Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) melalui kepala dinas, Helmy Elisabeth, mengungkapkan bahwa mereka bertanggung jawab atas 136 daerah irigasi yang ada di Bojonegoro.

Upaya perbaikan dan optimalisasi jaringan irigasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan, guna memastikan distribusi air dapat berjalan dengan baik. Koordinasi dengan pengurus Hippa juga akan diutamakan untuk melakukan pembagian air yang efektif bagi para petani.

Untuk memastikan ketersediaan air irigasi yang cukup, Pemkab Bojonegoro telah mengelola 433 embung yang terletak di berbagai titik. Selain itu, mereka juga melakukan normalisasi embung yang mengalami sedimentasi agar berfungsi dengan baik.

Helmy mengimbau kepada kepala desa untuk mengajukan proposal pembangunan embung baru, dengan syarat penyediaan tanah kas desa.

Hal ini penting karena kemampuan tampungan embung ditentukan oleh luas lahan yang disediakan.