Pemerintahan

Pemprov Jatim Gelar Leadership Update Forum 2026

liputanbojonegoro637
×

Pemprov Jatim Gelar Leadership Update Forum 2026

Sebarkan artikel ini
4A1AF57E E3FE 4CF3 81CA FC5908F7DE08

Liputanbojonegoro.com, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) resmi memulai rangkaian Leadership Update Forum (LUF) Seri I Tahun 2026 pada Kamis (29/1/2026).

Forum yang digagas oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini menjadi ajang konsolidasi para pemimpin (leaders) se-Jawa Timur untuk menyatukan langkah dalam membangun daerah di tengah dinamika global.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat membuka acara menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pembaruan keilmuan, melainkan ruang untuk membangun semangat kolegial yang kuat.

Dalam arahannya, Wagub Emil mendorong BPSDM Jatim untuk bertransformasi total menjadi Corporate University. Ia menekankan bahwa fungsi lembaga pelatihan harus berkembang menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan (continuous learning).

“BPSDM tidak boleh hanya melakukan rutinitas pelatihan. Ia harus menjadi pusat penciptaan pengetahuan (knowledge creation) bagi pemimpin pemerintahan. Forum ini adalah ruang penyelarasan visi agar pembangunan kita searah dan saling menguatkan,” ujar Emil.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, Pemprov Jatim terus memperkuat perdagangan domestik dan misi dagang antardaerah sebagai strategi stabilitas. Selain itu, pesatnya teknologi digital dan media sosial turut menjadi sorotan karena berdampak pada percepatan pengambilan keputusan.

“Dinamika komunikasi publik saat ini menuntut kepemimpinan yang lebih adaptif. Proses pembelajaran dan pengambilan kebijakan harus sejalan dengan efektivitas teknologi digital,” tambahnya.

Hadir sebagai narasumber, Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kertajaya, memaparkan visi branding “Gerbang Baru Nusantara”. Menurutnya, identitas ini harus diwujudkan secara serius oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai citra memikat bagi Jawa Timur.

Senada dengan hal tersebut, Wagub Emil mengingatkan bahwa branding regional tidak boleh hanya menjadi komunikasi simbolik.

“Branding harus terintegrasi dengan kinerja nyata dan kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, menambahkan bahwa penguatan City Branding dan Institutional Branding melalui LUF ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Jawa Timur di kancah global melalui perencanaan jangka panjang yang matang.

Forum perdana di tahun 2026 ini diikuti oleh seluruh elemen kunci pemerintahan di Jawa Timur, mulai dari Kepala OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Pimpinan BUMD Pemprov Jatim, Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda se-Jatim, Dinas Kominfo se-Jatim, Perwakilan akademisi dari Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga.

LUF Seri I ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang refleksi untuk mencetak pemimpin yang inklusif, kolaboratif, dan mampu membawa masa depan daerah yang lebih kompetitif. ( Kominfojatim)