Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus, penyakit menular yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.
Edukasi ini dilaksanakan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit menular berbasis lingkungan.
Menurut Dr. Rury Dewi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, hantavirus dapat menular melalui urine, kotoran, serta air liur tikus.
Partikel-partikel ini bisa bercampur dengan debu dan terhirup oleh manusia. Penularan juga berpotensi terjadi saat seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.
Gejala awal dari hantavirus umumnya mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, serta mual. Jika tidak ditangani segera, penyakit ini bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan membahayakan kesehatan individu.
Untuk mengurangi risiko penularan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Ini meliputi menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menutup makanan, membuang sampah pada tempatnya, serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya.
Selain itu, masyarakat dianjurkan mengenakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang kotor atau ruangan yang lama tidak digunakan, untuk mengurangi risiko paparan debu kontaminasi.
Dr. Rury Dewi menekankan, “Lingkungan bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga langkah penting dalam mencegah penyakit menular, termasuk hantavirus. Pencegahan harus dimulai dari rumah dan dilakukan bersama-sama.”






