Peristiwa

Gali Potensi Kreatif, IWAPI Bojonegoro Gelar Lomba Desain Batik Motif Bunga

liputanbojonegoro637
×

Gali Potensi Kreatif, IWAPI Bojonegoro Gelar Lomba Desain Batik Motif Bunga

Sebarkan artikel ini
097E2C69 88B1 4273 AECD 1CD0AC74F9BA

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bojonegoro bersinergi dengan Bakesbangpol menggelar Lomba Desain Motif Batik Bunga di Pendopo Malowopati, Kamis (18/12/2025). Ajang ini menjadi ruang kreativitas bagi desainer lokal untuk melahirkan motif batik ikonik baru bagi “Kota Ledre”.

Ketua IWAPI Bojonegoro, Sri Artiningsih atau yang akrab disapa Bunda Arva, mengungkapkan bahwa kompetisi ini bersifat umum guna menjaring potensi seluas-luasnya. Tercatat sebanyak 35 peserta yang masuk tahap nominasi hadir langsung di Pendopo Malowopati untuk menunjukkan kebolehannya.

“Kami ingin mencari terobosan baru. Melalui keindahan bunga, kami ingin menciptakan gagasan desain yang cantik dan bisa menjadi karya membanggakan untuk Bojonegoro,” tutur Bunda Arva.

Dalam lomba ini, panitia menetapkan aturan desain yang spesifik. Setiap peserta wajib menyertakan dua unsur motif utama:

1. Bunga Jati: Sebagai representasi komoditas unggulan dan kebanggaan wilayah Bojonegoro.

2. Bunga Pilihan: Peserta dapat memilih satu dari empat jenis bunga, yaitu Bougenville, Tabebuya, Krisan, atau Anggrek.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan apresiasi nyata bagi para pemenang. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, desain terbaik akan difasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Langkah ini dilakukan agar desain tersebut memiliki legalitas sebelum diserahkan kepada perajin untuk diproduksi menjadi kain batik. “Harapannya ini akan menambah variasi motif seragam ASN maupun produk oleh-oleh khas daerah. Rencananya, motif hasil lomba ini akan diluncurkan secara resmi pada Maret 2026 mendatang melalui sebuah gelaran fashion show,” tambah Sri Artiningsih.

Selain kompetisi desain, suasana Pendopo Malowopati juga dimeriahkan dengan berbagai stand layanan dan pemberdayaan ekonomi, di antaranya: Layanan Keuangan: Akses pemodalan dari PD. BPR dan Bank Jatim, Layanan Publik & Retail: Konsultasi hukum, Gramedia, dan Tirta Ayu Spa, dan Sektor UMKM: Bazar makanan, minuman, aksesoris, serta aneka produk pakaian dan jilbab batik.

Acara ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan rasa cinta pada seni tekstil nusantara, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif di Kabupaten Bojonegoro secara berkelanjutan.