PeristiwaPolitik

Progres Capai 70%, Komisi B DPRD Bojonegoro Sidak Proyek Migas Sumur Banyugeni

liputanbojonegoro637
×

Progres Capai 70%, Komisi B DPRD Bojonegoro Sidak Proyek Migas Sumur Banyugeni

Sebarkan artikel ini
D6697011 F7C9 42C9 8C0C F857D6CF079B

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek eksplorasi minyak dan gas (migas) Sumur Banyugeni di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (22/7/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memantau langsung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) agar berjalan sesuai target serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bojonegoro dan koordinasi bersama PT Pertamina EP Field Sukowati di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik proyek eksplorasi saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tren positif yang sesuai dengan jadwal perencanaan.

“Kami melihat progres pekerjaan berjalan dengan baik. Harapan kami, proyek ini nantinya tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Bojonegoro,” ujar Sally di lokasi peninjauan.

Meski mengapresiasi capaian proyek, Komisi B mengingatkan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat.

Mengingat lokasi sumur berada di sekitar pemukiman dan lahan pertanian warga, pengamanan ekstra dinilai krusial untuk mencegah dampak operasional.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Didik Trisetyo Purnomo, menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas medis di area kerja.

“Keselamatan pekerja merupakan prioritas. Kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, dan sistem penanganan darurat harus selalu tersedia agar seluruh aktivitas operasional berjalan optimal,” tegas Didik.

Selain faktor keselamatan, DPRD juga mendorong optimalisasi keterlibatan UMKM dan pelaku usaha daerah, mulai dari penyedia jasa konstruksi, katering, penginapan, hingga logistik.

Menanggapi masukan Dewan, Perwakilan Pelaksana Proyek, Indra Septian, menyatakan komitmennya untuk menjalankan operasional secara profesional, aman, dan transparan. Ia menjelaskan bahwa pihak perusahaan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam Kepohbaru.

“Terkait pelibatan konten lokal, baik vendor maupun tenaga kerja, kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Saat ini terdapat 26 tenaga kerja lokal yang terlibat langsung di lapangan, didukung armada lokal yang ikut membantu kelancaran operasional,” terang Indra.

Melalui sinergi antara PT Pertamina EP, PT ESS selaku pelaksana, pemerintah daerah, dan warga sekitar, proyek eksplorasi Sumur Banyugeni diharapkan dapat rampung tepat waktu sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi kawasan Bojonegoro.