Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro Tahun 2026 menggelar pelatihan pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket ramah lingkungan di Balai Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (20/7/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam Program Jagung Emas ini bertujuan melatih masyarakat, khususnya pemuda Karang Taruna Desa Meduri, agar mampu mengolah limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomis.
Ketua dan tim KKN-TK Kelompok 20 menginisiasi program ini didasari oleh melimpahnya limbah bonggol jagung di wilayah Desa Meduri yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan kerap dibiarkan begitu saja.
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa menjelaskan potensi bonggol jagung sebagai bahan baku energi terbarukan. Mengubah bonggol jagung menjadi briket tidak hanya menekan potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi sosialisasi mengenai peluang bisnis berbasis limbah, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan briket secara langsung yang meliputi Proses Karbonisasi: Pengarangan bonggol jagung secara terukur, Penghalusan & Pencampuran: Pengolahan arang hingga halus lalu dicampur dengan bahan perekat, Pencetakan & Pengeringan Pencetakan briket dan teknik pengeringan guna menghasilkan kualitas bahan bakar yang optimal.
Para peserta dari Karang Taruna Desa Meduri mempraktikkan setiap tahapan proses dengan bimbingan langsung dari tim mahasiswa.
Pelatihan berlangsung interaktif dan hangat. Peserta menyambut positif inovasi yang dihadirkan karena memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan limbah yang ada di sekitar mereka.
“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami. Ternyata limbah bonggol jagung yang biasanya dibuang bisa diolah jadi briket yang punya nilai jual,” ujar salah satu perwakilan peserta pelatihan.
Masyarakat dan anggota Karang Taruna berharap pengetahuan yang didapat bisa diterapkan secara konsisten, baik untuk konsumsi energi rumah tangga maupun dikembangkan menjadi unit usaha desa.
Peserta juga mengharapkan adanya pendampingan lanjutan, terutama terkait standardisasi mutu, pengemasan (packaging), hingga strategi pemasaran produk.
Pelatihan pengolahan briket ini menjadi salah satu pilar utama Program Jagung Emas KKN-TK Universitas Bojonegoro 2026 dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pemuda Karang Taruna, program ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mewujudkan pengelolaan lingkungan Desa Meduri yang bersih dan berkelanjutan.








