Pemerintahan

DKPP Bojonegoro Kawal Distribusi Pupuk Tembakau

liputanbojonegoro637
×

DKPP Bojonegoro Kawal Distribusi Pupuk Tembakau

Sebarkan artikel ini
66054271 86E0 4569 8836 514B432DB2B8

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengawal ketat keberhasilan budidaya tembakau pada musim tanam 2026.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan memonitor langsung penyaluran (dropping) pupuk NPK non-subsidi di tingkat petani.

Langkah ini diambil guna memastikan pupuk diterima tepat sasaran, transparan, dan tersedia sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Kegiatan monitoring yang berlangsung selama dua hari (13–14 Juli 2026) menyasar sejumlah Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di dua wilayah, yakni Kecamatan Sugihwaras dan Kecamatan Kepohbaru.

Pada Senin (13/07/2026), monitoring menyasar Kecamatan Sugihwaras. Dalam giat tersebut, Poktan Sido Makmur III Desa Wedoro menerima dropping pupuk sebanyak 2,8 ton. Sementara itu, Gapoktan Margo Rukun Desa Bareng menerima alokasi sebesar 29,4 ton.

Hari berikutnya, Selasa (14/07/2026), tim DKPP bergeser ke Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru. Sebanyak tiga kelompok tani dipastikan telah menerima pasokan pupuk, meliputi Poktan Mekar Tani 2 sebanyak 7 ton, Poktan Bangkit Tani Satu sebanyak 5,6 ton, dan Poktan Bangkit Tani Dua sebanyak 8 ton 50 kilogram.

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, menjelaskan bahwa pengawasan langsung ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas tembakau melalui ketersediaan sarana produksi yang memadai.

“Kami ingin memastikan pupuk non-subsidi benar-benar sampai kepada kelompok tani sesuai alokasi dan waktu yang dibutuhkan.

Ketersediaan pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan tanaman tembakau sehingga produktivitas dan mutu hasil panen dapat terus meningkat,” terang Yuseriza saat dikonfirmasi, pekan ini.

Yuseriza menambahkan, DKPP tidak hanya mengawasi rantai distribusi, tetapi juga akan terus melakukan pemantauan berkala sepanjang musim tanam. Pendampingan teknis juga intensif diberikan agar para petani mampu mengaplikasikan pupuk secara efektif.

“Kami memberikan pendampingan teknis kepada petani agar penggunaan pupuk dilakukan secara tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara. Kami berharap kebutuhan nutrisi tanaman tembakau dapat terpenuhi secara optimal,” imbuhnya.

Pihaknya optimistis, lewat sinergi yang kuat antara pemerintah, produsen, dan petani, musim tanam tembakau tahun ini di Kabupaten Bojonegoro akan berjalan sukses, tertib, serta mampu memberikan nilai ekonomi yang jauh lebih baik bagi kesejahteraan para petani lokal.