Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Puluhan siswa SMPN 1 Purwosari melakukan penjelajahan edukatif ke sejumlah situs unggulan Geopark Bojonegoro pada Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini merupakan misi khusus untuk membekali generasi muda dengan wawasan geologi menjelang evaluasi penting dari tim UNESCO pada Juli mendatang.
Para siswa mengawali perjalanan di Pusat Informasi Geologi (PIG) untuk mempelajari proses pembentukan alam Bojonegoro selama jutaan tahun melalui koleksi fosil purba dan struktur batuan langka.
Perjalanan dilanjutkan ke Agrowisata Belimbing Kalitidu: Mengenal potensi ekonomi kerakyatan, “Little Texas” Wonocolo: Melihat keunikan tambang minyak tradisional di Kecamatan Kedewan, Kayangan Api Mengamati langsung fenomena geologi api abadi yang melegenda.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, yang hadir mendampingi siswa, menekankan pentingnya peran pelajar dalam keberlanjutan status Geopark.
Ia mengingatkan bahwa pengakuan internasional memerlukan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu. Bulan Juli besok akan ada evaluasi dari asesor UNESCO. Mari kita tunjukkan bahwa Bojonegoro layak masuk dalam jaringan Geopark dunia,” ujar Ike.
Langkah ini selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang tengah berbenah di segala lini guna memastikan Geopark Bojonegoro dikukuhkan sebagai warisan dunia.
Bagi para siswa, melihat fenomena geologi secara langsung memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan dibanding buku teks. Muhammad Zaki Firnanda, siswa kelas 8, mengaku mendapatkan wawasan visual yang mendalam, terutama saat berada di PIG.
“Kita dapat mengetahui secara langsung bentuk bumi dan kekayaan alam Bojonegoro. Harapannya, semoga Geopark Bojonegoro terus dikembangkan dan segera naik ke tingkat nasional (maupun internasional),” ungkap Zaki.
Kunjungan ini diharapkan mampu menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki) di kalangan siswa. Dengan memposisikan pelajar sebagai garda terdepan pelestarian lingkungan, Bojonegoro optimis dapat menjaga warisan alamnya sekaligus mempromosikan wisata edukasi ke kancah global.






