BudayaPeristiwa

Warga Tumbrasanom Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi

liputanbojonegoro637
×

Warga Tumbrasanom Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi

Sebarkan artikel ini
FA3827D5 9421 467A A2B1 CCBBF26AE18D

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Ringin Anom, Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Ia Mereka menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah pada Jumat (19/6/2026).

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kedungadem, Kepala Desa Tumbrasanom beserta perangkatnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan prosesi arak-arakan gunungan yang berisi aneka hasil pertanian. Gunungan tersebut diarak bersama-sama dari kediaman Kepala Dusun Ringin Anom menuju Punden Sendang Joko Cluntang, sebuah situs yang memiliki nilai sejarah dan spiritual kuat bagi masyarakat setempat.

Setibanya di lokasi punden, warga menggelar kenduri dan doa bersama. Suasana kekeluargaan terasa kental saat doa dipanjatkan agar desa senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta hasil pertanian yang semakin melimpah di masa mendatang.

Kepala Dusun Ringin Anom, Tomas Doni Irawan, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dapat terlaksana berkat kekompakan warga melalui pendanaan swadaya.

“Tradisi ini kami laksanakan setiap tahun dengan dana murni dari swadaya masyarakat. Ini merupakan bentuk kesadaran bersama untuk menjaga budaya sekaligus ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT,” ujar Tomas.

Sebagai pemungkas acara, panitia menghadirkan pertunjukan seni tradisional Langen Tayub yang dibawakan oleh Grup Karawitan New Margo Laras dari Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan.

Penampilan yang dipimpin oleh Ratno di bawah koordinasi M. Hadisusilo tersebut sukses menyedot perhatian warga yang memadati lokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Tumbrasanom, Juminto, S.M., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat hingga acara berjalan dengan aman dan tertib. Ia berharap nilai-nilai luhur ini dapat terus dipertahankan.

“Tujuan Sedekah Bumi adalah melestarikan adat budaya warisan leluhur. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang efektif.

Warga bisa berkumpul, saling berinteraksi, dan mempererat tali persaudaraan agar tetap guyub rukun,” pungkas Juminto.

Bagi warga Dusun Ringin Anom, Sedekah Bumi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan identitas sosial yang menjadi benteng pertahanan budaya (nguri-uri budaya) di tengah gempuran modernisasi