Peristiwa

Sentilan Kades Kepohkidul di Tengah Riuh Sedekah Bumi

liputanbojonegoro637
×

Sentilan Kades Kepohkidul di Tengah Riuh Sedekah Bumi

Sebarkan artikel ini
E92179EC FDC1 4E37 9A74 5D9977FC2A05

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Nuansa kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti Dusun Ketangi, Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (7/7/2026).

Warga setempat menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil panen, sekaligus wadah mempererat tali silaturahmi.

Rangkaian acara sakral ini dimulai dengan kenduri dan doa bersama yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat secara khidmat.

Usai prosesi doa, suasana berganti meriah dengan pertunjukan kesenian tradisional Langen Tayub dari grup New Margo Laras asal Bluluk, Kabupaten Lamongan.

Penampilan memukau para waranggana—Nyi Wariati, Nyi Khusnul, Nyi Suci, dan Nyi Dita—bersama pramugari Mardjuki, sukses menghibur warga Ketangi serta masyarakat dari desa tetangga yang turut memadati lokasi.

Di tengah kemeriahan acara, Kepala Desa Kepohkidul, Samudi, SH, naik ke panggung untuk memberikan sambutan. Momentum budaya ini dimanfaatkannya untuk memaparkan sejumlah perkembangan penting di desa, mulai dari infrastruktur hingga layanan sosial.

Samudi menyampaikan rasa syukurnya atas realisasi pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kepohkidul yang selama ini dinantikan masyarakat.

Ia menyebut perbaikan ini berjalan secara bertahap berkat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Bupati Mas Wahono dan Mbak Nurul, jalan sudah mulai diperbaiki meskipun belum seluruhnya.

Semoga tahun depan pembangunan dapat dilanjutkan sehingga seluruh ruas jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat terealisasi,” ungkap Samudi.

Ia berharap dengan akses jalan yang semakin mantap, mobilitas warga untuk kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga akses pelayanan publik dapat berjalan lebih lancar dan cepat.

Selain masalah jalan, sektor pelayanan kesehatan dan sosial juga menjadi sorotan. Desa Kepohkidul saat ini telah mengoperasikan satu unit mobil siaga desa bantuan dari Pemkab Bojonegoro untuk melayani kebutuhan darurat warga.

Menariknya, Samudi memanfaatkan forum ini untuk membuka ruang dialog terbuka mengenai transparansi penggunaan mobil siaga tersebut.

Ia memberikan ketegasan dan warning keras kepada kru operasional agar tidak menarik biaya sepeser pun dari masyarakat.

“Sudah saya sampaikan kepada sopir. Mobil itu bantuan dari Pemerintah Kabupaten, sopir juga sudah dibayar, bensin juga sudah disediakan oleh pemerintah desa.

Kalau masih diminta uang oleh sopir, silakan langsung laporkan kepada saya. Lewat WhatsApp juga bisa,” tegas Kades Kepohkidul di hadapan warganya.

Langkah berani ini diambil sebagai bentuk komitmen jajaran Pemerintah Desa Kepohkidul dalam menjaga integritas dan kualitas pelayanan publik yang bersih dari pungutan liar (pungli).

Acara Sedekah Bumi di Dusun Ketangi ini membuktikan bahwa kearifan lokal masih tertanam kuat di hati masyarakat Bojonegoro.

Lebih dari sekadar pesta rakyat pasca-panen, agenda tahunan ini sukses menjadi motor penggerak kebudayaan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadi jembatan komunikasi yang harmonis antara pemerintah desa dan warganya.