Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda dan Pelantikan STIKes Rajekwesi Bojonegoro yang diselenggarakan pada Rabu, (21/10/2026), bertempat di Dewarna Hotel Vermillion Ballroom utama Dewarna Hotel & Convention.
Momen bersejarah ini menjadi penanda keberhasilan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus langkah awal untuk mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Pelaksanaan Wisuda dan Pelantikan ini diikuti oleh 192 wisudawan dan wisudawati terdiri dari lulusan dari program studi Sarjana Keperawatan sejumlah 53, Sarjana Kebidanan sejumlah 51, Sarjana Farmasi sejumlah 21, Profesi Ners sejumlah 5, Profesi Bidan sejumlah 29, D3 Keperawatan sejumlah 30, dan D3 Teknologi Bank Darah sejumlah 3.
Acara dimulai dengan sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ketua STIKes Rajekwesi, Ibu Evita Muslima Isnanda Putri, S.Kep.Ns, M.Kep.
Hadir dalam acara ini antara lain pembina Yayasan Pendidikan Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro (YPKRB) Bapak Drs. H. Imam Supardi, Bapak AKBP (Purna) Ir. Budi Jatmiko, S.H Ketua Yayasan beserta jajaran, pejabat Pemkab Bojonegoro, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala rumah sakit di wilayah Bojonegoro, Ketua organisasi profesi perawat (PPNI) Kabupaten Bojonegoro, Bidan (IBI), Ketua Perkumpulan Teknisi Pelayanan Darah Indonesia (PTPDI), dan Ketua IAI Cabang Bojonegoro. Ibu Dra. Hj. Nurul Azizah, M.M mewakili Bupati Bojonegoro dan Didik Trisetyo Purnomo, S.KM., M.Kes Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro , turut hadir dalam acara ini.
Dalam rangkaian acara wisuda tersebut, para alumni turut memberikan kenang-kenangan sebesar Rp. 29.400.000 kepada institusi sebagai bentuk ungkapan terima kasih dan penghargaan atas segala dukungan, bimbingan, serta pengalaman berharga yang telah diberikan selama menempuh pendidikan.
Pemberian kenang-kenangan ini tidak sekadar menjadi simbol atau benda yang ditinggalkan, tetapi juga mencerminkan rasa cinta, kebanggaan, dan ikatan emosional antara alumni dengan almamater.
Selama menjalani proses pendidikan, kampus telah menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, mengembangkan kompetensi, membentuk karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja.
Bagi para wisudawan, keberhasilan meraih gelar sarjana merupakan hasil dari perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari keluarga, dosen, tenaga kependidikan, hingga seluruh civitas akademika.
Oleh karena itu, pemberian kenang-kenangan menjadi salah satu cara untuk menyampaikan rasa terima kasih sekaligus meninggalkan jejak kebersamaan yang akan selalu dikenang.
Pihak kampus diharapkan dapat memaknai pemberian tersebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa hubungan antara institusi dan alumni tidak berakhir setelah prosesi wisuda.
Sebaliknya, kelulusan menjadi awal dari hubungan yang lebih luas melalui kontribusi, kolaborasi, dan partisipasi alumni dalam mendukung kemajuan institusi.
Wisuda juga menjadi momentum penting bagi STIKes Rajekwesi Bojonegoro untuk terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, unggul, dan bermoral yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
Para wisudawan dan wisudawati diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika, tanggung jawab, kepedulian, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa perkuliahan, para lulusan diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Pemberian kenang-kenangan dari alumni dalam momentum wisuda ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang pencapaian individu, melainkan juga tentang hubungan, rasa terima kasih, dan kontribusi yang terus berlanjut.
Melalui momen wisuda ini diharapkan hubungan antara alumni dan almamater senantiasa terjalin erat. Sebab, meskipun perjalanan akademik telah berakhir, semangat untuk mengabdi, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat akan terus tumbuh dan berkembang.
Alumni bukan sekadar lulusan, melainkan bagian dari perjalanan dan masa depan almamater.






