BudayaPeristiwa

Warga Tondomulo Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi

liputanbojonegoro637
×

Warga Tondomulo Bojonegoro Gelar Sedekah Bumi

Sebarkan artikel ini
9398DC80 9E54 4659 96E1 5695A2FB0F9C

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Ratusan warga Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tumpah ruah merayakan tradisi tahunan Sedekah Bumi atau Nyadran, Rabu (6/5/2026).

Perayaan ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil bumi serta upaya menjaga kerukunan antarwarga.

Acara yang melibatkan warga dari Dusun Kedungbulus, Dusun Jantok, dan dusun induk ini mengombinasikan ritual adat dengan nuansa religius yang kental.

Rangkaian acara telah dimulai sejak Selasa malam (5/5/2026). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Desa Tondomulo kini rutin menyisipkan kegiatan keagamaan sebagai pembuka.

Acara diawali dengan istighotsah khusyuk di halaman kediaman Kepala Desa, dilanjutkan dengan dzikir bersama di makam leluhur, Kiyai Panji Kusumo Sari (Mbah Mo Sari), pada tengah malam.

“Kami ingin ada keseimbangan antara pelestarian budaya dan nilai-nilai agama. Sebagai masyarakat yang mayoritas Muslim, kami tidak meninggalkan ajaran agama namun tetap menjaga warisan leluhur,” ujar Kepala Desa Tondomulo, Yanto.

Puncak acara berlangsung pada Rabu pagi dengan digelarnya Kirab Gunungan. Gunungan raksasa yang disusun dari berbagai hasil pertanian lokal dikirab dari kediaman Kepala Desa menuju Punden Gunung Panji di Dusun Kedungbulus.

Iring-iringan kirab ini diikuti oleh jajaran perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pemuda Karang Taruna.

Antusiasme warga terlihat sepanjang rute kirab, menunjukkan semangat gotong royong yang masih terjaga erat di desa tersebut.

Kepala Desa Yanto menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi.

“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat sangat tinggi untuk menyukseskan acara ini. Ini adalah bukti bahwa semangat kebersamaan di Tondomulo masih sangat kuat,” imbuhnya.

Melalui tradisi ini, warga Desa Tondomulo berharap hasil panen di musim mendatang akan semakin melimpah dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, sembari memastikan identitas budaya desa tetap hidup meski di tengah arus modernisasi.