Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menyukseskan program-program prioritas daerah.
Melalui agenda Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi yang digelar di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kamis (4/6/2026), TP PKK fokus mengawal program ketahanan pangan serta penanganan pendidikan anak.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, dalam arahannya menekankan pentingnya pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) serta komitmen daerah dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS) dan pencegahan pernikahan anak.
“Desa Sambongrejo memiliki potensi besar. Kami mendorong penguatan ekonomi melalui UMKM, baik dari sisi kemasan maupun legalitas produk.
Selain itu, isu strategis seperti pendidikan anak dan pencegahan pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Cantika.
Terkait program Gayatri, Sekretaris TP PKK Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar mudah diimplementasikan oleh setiap keluarga. Menurutnya, masyarakat tidak perlu memulainya dalam skala besar.
“Program Gayatri bisa dimulai dengan memelihara 7 hingga 10 ekor ayam saja. Fokusnya adalah kemandirian protein hewani keluarga.
Selain ekonomis karena bisa memanfaatkan pakan dari sisa makanan rumah tangga, program ini terbukti efektif dalam menjaga ketahanan pangan keluarga,” jelas Ginuk.
Di sektor pendidikan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif memotivasi anak-anak agar menuntaskan masa pendidikan 18 tahun.
Agus menegaskan bahwa saat ini Pemkab Bojonegoro telah memfasilitasi pendataan ATS melalui aplikasi khusus.
“Kapasitas lembaga pendidikan kita mencukupi untuk menampung seluruh anak usia sekolah. Kami butuh kolaborasi dari pemerintah desa dan keluarga untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah,” tegasnya.
Usai sesi pembinaan, rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro melanjutkan kegiatan dengan melakukan aksi sosial dan monitoring langsung ke lapangan.
Kunjungan tersebut meliputi peninjauan pelaksanaan program Gayatri di tingkat warga, pemberian perhatian kepada lansia kurang mampu yang hidup sebatang kara, serta kunjungan ke lembaga PAUD dan TK di desa setempat.
Kunjungan terpadu ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat Desa Sambongrejo untuk lebih mandiri secara ekonomi dan lebih peduli terhadap hak pendidikan anak, guna mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan sejahtera.






