Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) bersama Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kates menggelar kegiatan eksplorasi dan inventarisasi biodiversity (keanekaragaman hayati) pada Selasa (22/7/2026).
Kegiatan yang berpusat di kawasan Hutan Perhutani Petak 108, RPH Besali, BKPH Kates, KPH Padangan, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro ini bertujuan untuk mendokumentasikan potensi flora dan fauna lokal sekaligus menyusun buku panduan edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Ketua Kelompok KKN-TK 20 Unigoro menyampaikan bahwa eksplorasi lapangan ini menjadi langkah awal penyusunan Buku Flora dan Fauna Desa Meduri. Langkah ini diambil agar potensi kekayaan hayati desa dapat tercatat secara akurat dan komprehensif.
“Melalui observasi lapangan ini, kami mencatat nama lokal, ciri morfologi, habitat, hingga pendokumentasian foto setiap spesies tumbuhan dan satwa yang ditemukan. Hasilnya nanti disusun menjadi buku yang bisa dimanfaatkan sebagai media edukasi dan referensi konservasi,” terangnya.
Kegiatan diawali dengan pengarahan (briefing) bersama untuk menyelaraskan metode inventarisasi dan pembagian area pengamatan.
Setelah itu, tim mahasiswa didampingi petugas Perhutani menyusuri kawasan Hutan Petak 108 untuk mengidentifikasi komponen ekosistem serta potensi keanekaragaman hayati yang ada.
Mantri KPH Padangan, Pak Sukur, mengapresiasi tinggi inisiatif dan kontribusi aktif mahasiswa Unigoro. Menurutnya, program ini menjadi angin segar dalam membangun kepedulian lingkungan berbasis data lapangan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kami berharap hasil pendataan ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kelestarian ekosistem di Desa Meduri,” ujar Pak Sukur saat memberikan arahan.
antusiasme ini, diharapkan keterlibatan antara perguruan tinggi, Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin erat.
Buku Flora dan Fauna yang tengah disusun diharapkan menjadi warisan pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi muda, pelajar, hingga pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan kawasan hutan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro








