Peristiwa

Tradisi Sedekah Bumi Dusun Ngaglik Bojonegoro Berlangsung Meriah

liputanbojonegoro637
×

Tradisi Sedekah Bumi Dusun Ngaglik Bojonegoro Berlangsung Meriah

Sebarkan artikel ini
B45C08C4 9C56 47B2 A663 A70105637B99

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Semangat gotong royong dan rasa syukur atas limpahan hasil bumi kembali mewarnai kehidupan masyarakat Dusun Ngaglik, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pada Kamis (4/6/2026), warga setempat menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi yang berlangsung secara khidmat, meriah, dan penuh kebersamaan.

Tradisi warisan leluhur ini digelar sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diterima masyarakat sepanjang tahun.

Selain itu, momentum ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Panjang beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota Linmas, serta seluruh warga Dusun Ngaglik yang antusias mengikuti jalannya prosesi.

Rangkaian ritual Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama dan kenduri yang dipusatkan di kediaman Kepala Dusun (Kasun) Ngaglik.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, warga dari berbagai lintas generasi berkumpul memanjatkan doa, memohon keselamatan, serta berharap hasil panen di masa mendatang bisa lebih melimpah.

Kepala Dusun Ngaglik, Supartam, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini sepenuhnya didukung oleh swadaya mandiri dari masyarakat.

“Tradisi ini kami laksanakan setiap tahun dengan dana murni dari swadaya masyarakat. Ini merupakan bentuk kesadaran bersama untuk menjaga budaya sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah,” ujar Supartam.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Panjang, Hari Hartono. Ia memuji kekompakan dan kerja keras seluruh panitia serta warga yang telah berpartisipasi aktif.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga tradisi Sedekah Bumi tetap terjaga dan ke depan dapat dilaksanakan lebih meriah lagi,” harap Hari Hartono.

Sebagai puncak acara, panitia menghadirkan hiburan kesenian tradisional Langen Tayub yang dibawakan oleh Grup Seni Karawitan Sekar Condong Laras.

Grup asal Dusun Ngrapah, Desa Mlidek, Kecamatan Kedungadem ini dipimpin langsung oleh Ki Anom Tarjuki.

Kehadiran kesenian tradisional tersebut sukses menyedot perhatian ratusan warga yang memadati lokasi pertunjukan.

Suasana malam semakin semarak dengan penampilan apik dari para waranggono (sinden), di antaranya Nyi Wariati, Nyi Khusnul, Nyi Tika, dan Nyi Suci

Lantunan tembang-tembang Jawa yang diiringi harmonisasi musik gamelan tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton hingga acara usai.

Bagi masyarakat Dusun Ngaglik, Sedekah Bumi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol komitmen untuk nguri-uri (melestarikan) budaya bangsa.

Melalui agenda ini, warga berharap nilai-nilai gotong royong dan kecintaan terhadap adat lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak punah ditelan zaman.