Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ayam Petelur bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gayatri. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kedungadem pada Kamis (20/11/2025) ini bertujuan membekali penerima bantuan agar mampu mengelola ternak secara optimal sebagai upaya pengentasan kemiskinan.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya komitmen dan keseriusan para KPM. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan stimulan yang harus dipelihara, bukan dijual.
“Kami menyayangkan insiden yang terjadi di beberapa kecamatan, seperti di Trucuk dan Dander, di mana bantuan program Gayatri dijual hanya dalam hitungan hari setelah diterima,” ujar Wabup Nurul Azizah.
Ia menekankan bahwa bantuan tersebut didanai dari anggaran pemerintah pusat dan daerah yang besar, sehingga kegagalan program akibat ketidakseriusan penerima akan menghambat tujuan utama pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wabup juga mengingatkan KPM untuk memanfaatkan Bimtek sebaik-baiknya dan tidak ragu bertanya kepada petugas mengenai materi budidaya.
Perwakilan Kepala Disnakan Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, S.STP., MM, menjelaskan bahwa program Gerakan Peternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) adalah salah satu prioritas Pemkab untuk menekan angka kemiskinan. Ayam petelur dipilih karena mampu memberikan pemasukan harian dengan tingkat produktivitas telur rata-rata mencapai 80 persen.
Fajar memaparkan rincian bantuan yang diterima setiap KPM, antara lain:
• 2 Unit Kandang Ayam
• 8 Sak Pakan (dikirim dalam dua tahap)
• 54 Ekor Ayam Petelur (Usia 16 minggu, telah lolos pemeriksaan kesehatan)
• Obat-obatan untuk menjaga kesehatan ternak.
Program Gayatri tahun ini menargetkan 5.000 KPM yang tersebar di 389 desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro.
“Kami berharap dalam bulan pertama, para penerima sudah mulai merasakan hasil produksi telur dan selanjutnya mampu mengembangkan usaha peternakan ini secara mandiri,” tambah Fajar.
Disnakan berharap melalui bimtek ini, para KPM tidak hanya menerima bantuan fisik, tetapi juga memperoleh pemahaman komprehensif mengenai seluruh aspek budidaya ayam petelur, mulai dari manajemen pakan, perawatan ternak, penanganan penyakit, hingga pengelolaan hasil panen.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen KPM untuk menjadikan usaha peternakan ini sebagai sumber pendapatan berkelanjutan dan kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Bojonegoro.












